[1]Meningkatkan Validitas Penelitian di Internet

 

Oleh: Jonathan Sarwono

Lembaga Penelitian

 

Abstrak

Sebagian para peneliti di Internet masih meragukan validitas hasil penelitian yang dilakukan secara online, salah satu faktor penyebab yang dicurigai ialah karena teknik sampling yang tidak benar. Dalam tulisan ini, penulis mendeskripsikan beberapa faktor penyebab hilangnya validitas hasil penelitian tersebut dan cara mengatasinya.

 

A.     Pendahuluan

Validitas penelitian merupakan suatu faktor yang penting baik dalam penelitian lapangan maupun penelitian menggunakan Internet sebagai sarana pengumpulan data. Sekalipun penelitian dilakukan di Internet, konsep dan teori validitas tetap mengacu pada penelitian di lapangan yang mendasarinya. Jika penelitian di Internet dilakukan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah penelitian maka hasilnya tidak akan valid. Oleh karena itu, dalam tulisan ini, penulis akan menguraikan konsep dan teori validitas dalam penelitian tradisional dan perkembangannya jika penelitian dilakukan dengan menggunakan Internet. Tentu saja konsep dan teori akan diambil dari apa yang telah digunakan oleh para peneliti sebelumnya.

 

B.     Kata Kunci: validitas, penelitian, Internet

 

C.     Teori Validitas:

Kata validitas berasal dari Bahasa Inggris yang bermakna “memunculkan objektivitas”,  dan “dengan menggunakan dasar yang kuat”. Dalam ilmu penelitian, terdapat dua validitas utama, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal didefinisikan sebagai validitas dimana hubungan dua variable bersifat kausal. Definisi lain mengatakan tingkatan dimana hasil penelitian dapat dipercaya kebenarannya. (Cosenza, 1985. hal.107). Definisi yang hampir sama juga dikatakan oleh Trochim sebagai kedekatan terhadap kebenaran proposisi, inferensi dan kesimpulan (hasil studi), (Trochim: 2000). Secara teori, tingkat validitas internal dipengaruhi oleh faktor-faktor: a) history dikarenakan faktor eksternal mempengaruhi hasil penelitian; b) maturasi atau adanya perubahan dalam diri responden karena perubahan waktu; c) testing atau pengujian yang mempengaruhi responden dalam menjawab pertanyaan yang diberikan; d) alat ukur atau instrumentation yang berkaitan dengan penggantian alat ukur selama penelitian dilakukan; e) seleksi yang merupakan akibat yang mempengaruhi hasil penelitian dikarenakan prosedur  proses pemilihan responden dan e) mortalitas atau efek dikarenakan hilangnya responden yang sedang diteliti karena alas an-alasan tertentu.

 

Validitas eksternal didefinisikan sebagai tingkatan dimana hasil-hasil penelitian dapat digeneralisasi kedalam populasi, latar penelitian dan kondisi-kondisi lainnya yang mirip (Cosenza, 1985, hal 108) dan waktu yang berbeda. Secara lebih terperinci, validitas eksternal dibagi menjadi: a) validitas populasi, b)validitas ekologi dan validitas temporal.

·        Validitas Populasi: Suatu hasil penelitian dikatakan mempunyai validitas populasi jika sample yang dipilih mempunyai kemampuan untuk digeneralisasi ke tingkat populasi yang lebih besar.

·        Validitas Ekologi: Hasil penelitian mempunyai validitas ekologi jika hasil studi dapat digeneralisasi kedalam latar penelitian yang berbeda.

·        Validity Temporal: suatu studi dikatakan mempunyai validitas temporal jika hasilnya dapat digeneralisasi kedalam waktu yang berbeda.

 

Penelitian akan kehilangan validitas eksternal jika kesalahan-kesalahan di bawah ini terjadi:

·        Interaksi Testing: efek yang diakibatkan oleh para responden yang diteliti yang akan dapat mengurangi keberlakuan secara umum hasil studi pada situasi diluar testing yang sudah dilakukan.

·        Interaksi Seleksi: akibat yang dipengaruhi oleh tipe responden kedalam hasil penelitian sehingga membatasi kemampuan  untuk dapat digeneralisasi hasil penelitiannya.

·        Interaksi Latar: akibat yang disebabkan oleh latar tertentu penelitian sehingga hasilnya tidak dapat direplikasi kedalam konteks waktu lain.

 

D.     Masalah- Masalah Yang Mengganggu Validitas Penelitian di Internet:

Penelitian di Internet akan kehilangan validitas jika mengabaikan teori-teori validitas yang berlaku dalam dunia penelitian. Penulis melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor yang memungkinkan menyebabkan hilangnya validitas penelitian di Internet diantaranya ialah:

1)      Teknik Sampling: Pada umumnya penelitian melalui Internet mengabaikan teori sampling yang benar atau yang secara teknis dalam penelitian disebut tanpa menggunakan teknik probabilitas yang benar dan proses randomisasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Akibatnya hasil yang diperoleh dalam penelitian tersebut menjadi bias. Contoh yang paling popular ialah penelitian dalam bentuk pooling calon presiden Indonesia yang dilakukan beberapa stasiun televisi swasta. Pooling tersebut mengambil responden hanya bagi pemirsa televisi yang bersangkutan dan yang mempunyai hanphone. Hasil penelitian seperti ini hanya berlaku bagi kelompok yang memberikan jawaban pertanyaan yang diberikan oleh pihak penyelenggara kepada responden dan hasilnya tidak dapat digeneralisasi ke tingkat populasi, direplikasi ke dalam konteks latar dan waktu yang berbeda. Dalam penelitian di Internet, pengambilan responden yang seperti ini disebut “sample tidak dibatasi” atau self-selected respondent . Siapa saja yang melihat atau mendengar pooling tersebut dan secara sukarela dapat mengirimkan jawabannya. Penelitian dengan menggunakan teknik sampling seperti ini dipastikan hasilnya akan bias.


 

2)      Tingkat Respon Pertanyaan dan Kualitas Jawaban Responden:

Tingkat respon atau jawaban dalam penelitian di Internet masih belum setinggi jika kita melakukan penelitian lapangan. Hal ini mudah dimengerti karena pengguna aktif Internet di Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Karena kecilnya pengguna aktif Internet maka tingkat respon penelitian di Internet masih rendah. Jika hal seperti ini terjadi maka dalam bahasa penelitian, hasilnya akan mengalami apa yang disebut sebagai “non response error”.

 

Disamping tingkat respon yang rendah, kualitas jawaban responden dalam penelitian bervariasi. Hal ini disebabkan karena pemilihan responden hanya didasarkan pada data email saja. Sudah terbukti dalam penelitian bahwa data-data pemilik email biasanya dibuat tidak sesuai dengan data asli si pemilik email sebenarnya. Pada umunya para pemilik email memanipulasi data demografi masing-masing untuk tujuan dan alasan tertentu, misalnya untuk keamanan dan kenyamanan pengguna. Dengan disembunyikan atau diubahnya data demografi responden, maka jawaban yang diberikan otomatis akan diragukan nilai objektivitasnya. Hal semacam ini akan memberikan akibat lemahnya validitas hasil penelitian dan dalam tingkatan tertentu hasilnya akan bias dan tidak dapat digeneralisasi ke tingkat populasi.

 

 

3)      Populasi yang Tidak Spesifik: Pada umumnya penelitian online tidak mendefinisikan populasi secara jelas. Populasi yang ada ialah semua pengguna Internet. Perlu diketahui bahwa pengguna Internet itu bersifat global, tidak dibatasi faktor geografis, waktu dan latar budaya. Suatu penelitian yang dilakukan di Indonesia  akan dapat diakses oleh pengguna Internet dari berbagai negara dengan berbagai latar belakang yang beraneka ragam. Jika tidak dilakukan  pendefinisan secara jelas, maka jawaban yang terkumpul akan sangat bervariasi. Jika bentuk pertanyaannya tertutup, kemungkinan jawaban bersifat spekulasi, karena responden belum tentu memahami makna yang terkandung dalam butir-butir pertanyaan yang diberikan. Hal ini disebabkan karena responden yang mengisi jawaban pertanyaan penelitian tersebut secara kebetulan mengetahui alamat atau domain dimana formulir pertanyaan ditempatkan.

 

Faktor lain penyebab hilangnya validitas penelitian di Internet ialah kesulitan untuk mendapatkan akses kepada responden potensial tertentu, misalnya dalam penelitian bisnis domain dan email responden potensial memerlukan persyaratan khusus yang tidak mudah dipenuhi oleh para pengguna Internet pada umumnya, sebagai contoh “dikenakannya pembayaran dalam jumlah tertentu hanya untuk mengkases web tersebut.”. Sementara kewajiban membayar belum tentu memberi manfaat pada pengguna yang akan mengaksesnya.

 

4)      Sekuritas Data: Faktor sekuritas data juga menjadi salah satu penyebab kurangnya validitas penelitian yang dilakukan secara online. Sekuritas data berkaitan dengan tempat atau server dimana data jawaban responden disimpan. Saat ini dalam dunia Internet, banyak berkembang perangkat lunak yang digunakan oleh para hacker dan cracker yang dapat diakses dan diambil secara gratis. Sehingga semakin banyak orang yang ahli memasuki server  atau komputer orang lain dengan mudah dan cepat. Jika ini terjadi pada penelitian kita, maka kita tidak akan mengetahui apakah data jawaban yang ada diserver kita tersebut data asli yang sesuai dengan pertanyaan yang kita kembangkan atau data palsu yang berupa jawaban responden sebenarnya dan kemudian  diubah oleh orang lain lagi dengan cara mengganti jumlah atau opsi jawaban dari butir-butir pertanyaan yang ada.

 

 

5)      Pemilihan Perangkat Lunak yang Digunakan: Pada umunya perangkat lunak yang digunakan untuk membuat formulir dalam penelitian di Internet ialah bahasa HTML dengan bahasa lainnya misalnya Java Script dan PHP. Banyak orang yang menguasai bahasa bahasa tersebut dengan baik. Jika pemrograman pembuatan formulir dilakukan tanpa mempertimbangkan sisi keamanan, maka orang akan dengan mudah mengambil sumber programmnya dan melakukan perubahan pada isinya, misalnya dengan menukar-nukar variable – variable yang dikaji dan kemudian mengirimkan jawabannya ke server dimana data tersimpan sehingga terjadi percampuran antara data yang benar dan data yang distorsi.

 

 

E.     Meningkatkan Validitas Penelitian di Internet:

Agar penelitian yang dilakukan secara online mempunyai validitas yang tinggi dan hasilnya dapat dipecaya serta dapat digeneralisasi ke tingkat populasi, maka sebaiknya penelitian di Internet mempertimbangkan hal-hal di bawah ini:

 

1)      Teknik Sampling: Sebaiknya penelitian menggunakan teknik probabilitas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam dunia penelitian, dan gunakan teknik-teknik pengambilan sample penelitian online sebagai berikut:

·        Sample yang Disaring (screened sample): teknik ini merupakan modifikasi dari teknik “self selected respondent   sebagaimana sudah disinggung di atas dengan menambahkan beberapa persyaratan yang berfungsi untuk membatasi responden agar sesuai dengan keinginan peneliti. Faktor-faktor yang digunakan untuk membatasi misalnya: demografi, seperti usia, pendidikan, penghasilan dllnya; criteria yang berhubungan dengan produk, seperti perilaku pembelian, tanggung jawab pekerjaan, penggunaan produk saat ini; juga factor lain yang berkaitan dengan pengalaman dalam menggunakan Interenet, seperti lama waktu menggunakan Internet setiap harinya, lama waktu memulai mengenal Internet, kemepilikan komputer yang tersambung dengan Internet. Teknik ini menjadi lebih baik hasilnya dibanding dengan teknik pertama.

·        Sample yang Dipilih (recruited sample): teknik ini menargetkan populasi tertentu yang akan dijadikan sebagai sample (responden) dalam penelitiannya. Pada umumnya teknik ini mengambil sample didasarkan pada alamat email. Dengan menentukan terlebih dahulu kriteria responden yang akan dipilih, peneliti mulai melakukan pemilihan responden melalui email, telepon, atau secara langsung. Setelah dilakukan evaluasi dengan menggunakan  kualifikasi yang sudah ditentukan, maka responden yang memenuhi syarat kemudian dikirimi email untuk memasuki alamat website dimana kuesioner yang akan diisi ditempatkan dengan diberikan password untuk dapat mengaksesnya. Teknik ini merupakan teknik yang paling  ideal karena tingkat reprsentasinya tinggi.

Kendala yang dihadapi ialah ada banyak orang yang mempunyai email lebih dari satu, sehingga hal ini dapat mengakibatkan salah penghitungan jumlah sample yang sebenarnya. Didasarkan penelitian, terdapat banyak orang yang merahasiakan alamat email mereka untuk tujuan tertentu. Hal ini berdampak pada kesulitan untuk mendapatkan informasi kepada orang-orang tersebut, jika secara kebetulan mereka merupakan responden-responden potensial.

Teknik terbaik untuk mendapatkan alamat email yang memberikan gambaran jelas mengenai latar belakang pengguna ialah dengan cara mengambil email pada perkumpulan-perkumpulan, asosiasi, kelompok pelanggan / pengunjung web site yang teratur, misalnya pelanggan majalah tempo interaktif atau keanggotaan situs bisnis tertentu.

 

2)      Meningkatkan Respon Responden: Agar hasil penelitian tidak mengalami kesalahan karena respon jawaban yang rendah (non-response error), maka sebaiknya perlu digunakan taktik-taktik tertentu agar para responden tertarik untuk berpartisipasi dalam mengisi pertanyaan-pertanyaan penelitian yang ada dalam formulir web site dimana ditempatkan. Berikut ini beberapa tip untuk menarik responden berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan secara online.

·        Alamat web site perlu diumumkan melalui situs yang sudah dikenal oleh para pengguna Internet  dimana populasi ditargetkan.

·        Buatlah penelitian hanya memerlukan waktu 20 sampai dengan 30 menit bagi para responden untuk menjawab semua pertanyaan yang berada dalam formulir.

·        Tawarkan program “reward”, misalnya dengan memberikan hadiah bagi pemenang yang terpilih (topik ini khususnya dilakukan pada penelitian online dunia bisnis)

·        Buatlah tampilan web yang menarik dan cepat diakses

 

3)      Mendefinisikan  Populasi Secara Spesifik: pilih populasi yang ditargetkan sesuai dengan jenis dan tujuan penelitian. Berdasarkan uji kelayakan para peneliti, hasil studi penelitian di Internet akan mempunyai validitas yang tinggi jika diberlakukan ke dalam konteks populasi yang dibatasi secara jelas dengan menggunakan kriteria tertentu. Dengan kata lain kita melakukan segmentasi populasi yang ditargetkan sesuai dengan topik dan tujuan penelitian yang dilakukan. Sampel kemudian diambil dengan menggunakan teknik probabilitas.

 

Untuk mendapatkan populasi yang khusus atau sudah tersegmentasi, kita dapat memperoleh pada kelompok pegawai dalam perusahaan tertentu, anggota asosiasi organisasi tertentu, para pengunjung tetap web site tertentu, atau daftar pelanggan perusahaan tertentu, misalnya daftar pelanggan PT Telkom atau PLN jika tersedia secara online. Validitas akan semakin tinggi jika populasi yang ditargetkan semakin didefinisikan secara spesifik.

 

4)      Meningkatkan Sekuritas: Salah satu cara meningkatkan sekuritas data ialah menggunakan script CGI yang tepat dan akurat, memberi password secara berlapis dan user name serta memasang firewall yang baik. Password secara periodic sebaiknya diganti dan ada baiknya menggunakan program pembuat password yang otomatis dan dapat berganti-ganti sesuai dengan kebutuhan.

 

5)      Mendapatkan Respoden Potensial: Karena tidak semua pengguna Internet dapat dijadikan sebagai responden, maka peneliti sebaiknya menggunakan kelompok diskusi, asosiasi, anggota mailing list tertentu dan pengunjung web tertentu sebagai sumber pencarian responden yang tepat. Pada kelompok-kelompok tersebut biasanya anggota sudah tersegmentasi dan menggunakan idenditas demografi yang jelas. Pemilihan dilakukan dengan menggunakan teknik probabilitas sebagaimana ketentuan baku dalam penelitian.

 

 

F.      Kesimpulan

Validitas dalam penelitian di Internet penting. Tanpa validitas yang tinggi maka hasil penelitian dapat dikatakan bias. Untuk meningkatkan validitas penelitian di Internet, peneliti online harus tetap mengacu pada aturan teori probabilitas sebagaimana dalam dunia penelitian umumnya. Teori probabilitas menghendaki pengambilan sample secara sistematis dan menggunakan aturan statistik. Untuk mendapatkan sample yang benar, peneliti perlu mendefinisikan secara spesifik populasi yang ditargetkan. Kedua aspek ini merupakan faktor utama pencipta validitas hasil penelitian di Internet. Faktor lain pencipta validitas ialah peningkatan jumlah jawaban responden agar hasil penelitian tidak mengalami “non response error”. Masalah teknis yang berkaitan dengan validitas ialah sekuritas data dan prmilihan perangkat lunak pembuat formulir dimana kuesioner ditulis. Kedua aspek ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan program-program sekuritas yang ada dan dapat dicari di World Wide Web. Bagi para pemula yang berkecimpung dalam dunia Internet jika belum tahu alamat yang pasti dapat menggunakan mesin pencari Google dengan alamat: http://www.google.com dengan menggunakan kata kunci (key word) seperti, security system, hacking atau cracking; maka alamat-alamat situs yang dicari akan diketemukan.

 

Daftar Pustaka

 

Cosenza, David.(1985). Business Research for Decision Making. Boston: PWS Kent Publishing Company

 

Sarwono, Jonathan. (2003). Cara Melakukan Penelitian di Internet. http://js.unikom.ac.id

 

 

Sarwono, Jonathan. (2003). Strategi Melakukan Penelitian di Internet. Majalah Ilmiah Maranatha vol. XXIV/Tahun X/ Desember 2003. hal 25 –41.

 

…………….(2001). Investigating Validity in Web Surveys. A Satmetrix System White Paper. http://www.Satmetrix.com

 



[1] Tulisan ini merupakan bagian dari buku penulis berjudul “Cara Melakukan Penelitian di Internet” dan dapat dibaca di http://js.unikom.ac.id secara lengkap.

Psend kept free because of these great sponsors.a..

Other Sponsors

electrical connectors, Mangosteen Juice, real estate short sale, Jupiter FL real estate,

Furniture Markdown

Great Deals on furniture - Free Shipping!
Discount Furniture
Daybeds
Metal Beds
Platform Beds
Futons

Y-Net Wireless Internet

Denver area high speed wireless privider.
Colorado High Speed Internet, Wireless Internet Denver, VOIP Denver CO, T1 provider Denver, Denver Wireless ISP , Denver Internet Access,

Dog House Technologies

Doghouse Techonologies is located in Tampa Bay FL and offer professional web design, ecommerce development and custom application design for the internet.
Tampa Bay Web Design, E-Commerce Web Design, Tampa Bay Search Engine Marketing, Tampa Web Hosting, Florida Web Design, Custom Application Development, Search Engine Optimization,