|
|
Bidang Penelitian
Konsep
– Konsep Dasar Teknik “Analisa Conjoint”
Abstrak
Analisa Conjoint adalah
suatu teknik analisa yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan yang relatif
berdasarkan presepsi pelanggan yang dibawa oleh suatu produk tertentu dan nilai
kegunaan yang muncul dari atribut-atribut produk terkait. Untuk menentukan
strategi pemasaran, analisa conjoint ini tepat dan baik. Bahkan pada tataran
yang lebih tinggi bisa dipakai untuk segmentasi pasar berdasarkan preferensi
konsumen terhadap atribut produk yang dipilihnya.
Filosofi dari teknik analisa ini ialah setiap stimulus apa saja yang bisa berupa produk, merek atau barang yang dijual dipasar akan dievaluasi oleh konsumen sebagai suatu kumpulan atribut-atribut tertentu. Oleh karena itu, teknik ini sangat bermanfaat dalam pemasaran untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap suatu produk yang diluncurkan di pasar.
2.
Kegunaan
Dalam pemasaran teknik analisa conjoint biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut :
1) Menentukan tingkat kepentingan relatif atribut-atribut pada proses pemilihan yang dilakukan oleh konsumen.
2) Membuat estimasi pangsa pasar suatu produk tertentu yang berbeda tingkat atributnya.
3) Untuk menentukan komposisi produk yang paling disukai oleh konsumen.
4) Untuk membuat segmentasi pasar yang didasarkan pada kemiripan preferensi terhadap tingkat-tingkat atribut.
3.
Tahapan-tahapan Menggunakan Analisa Conjoint
Untuk menggunakan teknik analisa conjoint diperlukan tahapan-tahapan sebagai berikut :
a. Merumuskan Masalah
b. Mengkonstruksi Stimulus
c. Menentukan Bentuk Data Input
d. Membuat Prosedur Analisa Conjoint
e. Menafsir Hasilnya
f. Menguji Reliabilitas dan Validitas
a. Merumuskan
Masalah
Hal yang terpenting dalam merumuskan masalah dalam analisa conjoint ialah peneliti harus mampu mengidentifikasi terlebih dahulu atribut-atribut penentu tingkatannya yang akan digunakan untuk membuat stimulus. Sebagai contoh dalam penelitian preferensi konsumen terhadap Telkom Calling Card (TECC) yang dikerjakan oleh Windy D. Astuti (dibawah bimbungan penulis) dikemukakan faktor-faktor determinan sebagai berikut :
a) Mengangkut faktor produk :
1) Fasilitas Pengontrolan Biaya Pemakaian
2) Desain gambar dan warna kartu serta Ketebalan kartu
b) Menyangkut faktor harga :
1) Ketentuan harga beli
2) Ketentuan harga beli pulsa minimum
c) Menyangkut faktor layanan :
1) Cara memperoleh TECC
2) Tingkat keperluan dan kemampuan petugas layanan
3) Penanganan keluhan
d) Promosi :
1) Media Cetak
2) Media Audio Visual
b. Cara
mengkonstruksi stimulus
Ada dua strategi dalam menyusun stimulus : pertama, pendekatan berpasang-pasangan (atau evaluasi dua faktor), kedua : pendekatan prosedur profil lengkap (atau evaluasi faktor banyak). Pendekatan pertama, responden mengevaluasi dua atribut sekaligus sampai semua kemungkinan pasangan atribut selesai dievaluasi.
c. Menentukan bentuk data input
Data input bisa berupa data non para metrik atau para metrik. Untuk data non para metrik, Responden diminta untuk memberikan evaluasi berdasarkan peringkat. Jika digunakan pendekatan berpasang-pasangan, responden merangking semua sel pada masing-masing matriks sesuai dengan keinginan mereka. Apabila digunakan pendekatan profil lengkap, responden diminta untuk merangking semua profil stimulus. Untuk data parametrik, responden memberikan rating.
d. Membuat prosedur analisa
conjoint.
Model dasar analisa Conjoint ialah model matematis yang mengekspresikan hubungan fundamental antara atribut dan kegunaan yang ditulis dalam bentuk formula :
m
k
u (c) = S S a i j c i j
i
= 1 j = 1
dimana :
u (c) = semua nilai kegunaan dari satu
alternatif
a i j = kontribusi yang berharga sebagian atau
nilai (j, j = 1,2 …., k i) dari atribut ke I (i, i = 1, 2,…, m)
K i = jumlah peringkat atribut
m = jumlah atribut
c
i j = 1 jika peringkat ke j dari atribut ke i ada =
0 jika tidak ada
Pada kasus penelitian TECC yang
menggunakan pendekatan profil lengkap. Prosedur analisa adalah sbb :
X
Pertama
: pemberian kode level untuk atribut determinan
|
Nomer |
Atribut |
Level |
Kode |
|
1 |
Produk |
Fasilitas
Lengkap |
1 |
|
Desain
Warna |
2 |
||
|
Tebal |
3 |
||
|
2 |
Harga |
Murah |
1 |
|
Sedang |
2 |
||
|
Mahal |
3 |
||
|
3 |
Layanan |
Cepat |
1 |
|
Mudah |
2 |
||
|
Cakap |
3 |
||
|
4 |
Promosi |
Media
Cetak |
1 |
|
Media
Audio/Visual |
2 |
Hasilnya : Kombinasi hasil dari rancangan
faktorial dengan sistem susunan ortogonal.
|
Kombinasi |
Produk |
Harga |
Layan-an |
Promosi |
|
1 |
Fas.
Lengkap |
Murah |
Cepat |
Media
Cetak |
|
2 |
Fas.
Lengkap |
Sedang |
Mudah |
Audio/Visual |
|
3 |
Fas.
Lengkap |
Mahal |
Cakap |
Media
Cetak |
|
4 |
Desain
Warna |
Murah |
Mudah |
Media
Cetak |
|
5 |
Desain
Warna |
Sedang |
Cakap |
Media
Cetak |
|
6 |
Desain
Warna |
Mahal |
Cepat |
Audio/Visual |
|
7 |
Tebal |
Murah |
Cakap |
Audio/Visual |
|
8 |
Tebal |
Sedang |
Cepat |
Media
Cetak |
|
9 |
Tebal |
Mahal |
Mudah |
Media
Cetak |
X
Kedua: Kombinasi dijadikan bahan kuesioner yang akan di rangking oleh
responden. Dari hasil rangking dapat dicari nilai median dan rata-rata untuk
menentukan data peringkat yang akan diproses dalam transformasi monoton dengan
menggunakan program komputer S.A.S. Kemudian level pada setiap kombinasi diberi
kode dalam bentuk variabel dummy sebagai berikut:
|
Kombinasi |
X1 |
X2 |
X3 |
X4 |