Bidang  Penelitian

 

Konsep – Konsep Dasar Teknik “Analisa Conjoint”

 

Jonathan Sarwono

Universitas Komputer Indonesia

 

Abstrak

 

Analisa Conjoint adalah suatu teknik analisa yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan yang relatif berdasarkan presepsi pelanggan yang dibawa oleh suatu produk tertentu dan nilai kegunaan yang muncul dari atribut-atribut produk terkait. Untuk menentukan strategi pemasaran, analisa conjoint ini tepat dan baik. Bahkan pada tataran yang lebih tinggi bisa dipakai untuk segmentasi pasar berdasarkan preferensi konsumen terhadap atribut produk yang dipilihnya.

 


1.       Pengertian

Analisa Conjoint adalah suatu teknik analisa yang digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan yang relatif berdasarkan presepsi pelanggan yang dibawa oleh suatu produk tertentu dan nilai kegunaan yang muncul dari atribut-atribut produk terkait.

Filosofi dari teknik analisa ini ialah setiap stimulus apa saja yang bisa berupa produk, merek atau barang yang dijual dipasar akan dievaluasi oleh konsumen sebagai suatu kumpulan atribut-atribut tertentu. Oleh karena itu, teknik ini sangat bermanfaat dalam pemasaran untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap suatu produk yang diluncurkan di pasar.

 

2.       Kegunaan

Dalam pemasaran teknik analisa conjoint biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut :

1)       Menentukan tingkat kepentingan relatif atribut-atribut pada proses pemilihan yang dilakukan oleh konsumen.

2)       Membuat estimasi pangsa pasar suatu produk tertentu yang berbeda tingkat atributnya.

3)       Untuk menentukan komposisi produk yang paling disukai oleh konsumen.

4)       Untuk membuat segmentasi pasar yang didasarkan pada kemiripan preferensi terhadap tingkat-tingkat atribut.

 

3.     Tahapan-tahapan Menggunakan Analisa Conjoint

Untuk menggunakan teknik analisa conjoint diperlukan tahapan-tahapan sebagai berikut :

a.                      Merumuskan Masalah

b.                     Mengkonstruksi Stimulus

c.                      Menentukan Bentuk Data Input

d.                     Membuat Prosedur Analisa Conjoint

e.                      Menafsir Hasilnya

f.           Menguji Reliabilitas dan Validitas

 

a.  Merumuskan Masalah

Hal yang terpenting dalam merumuskan masalah dalam analisa conjoint ialah peneliti harus mampu mengidentifikasi terlebih dahulu atribut-atribut penentu tingkatannya yang akan digunakan untuk membuat stimulus. Sebagai contoh dalam penelitian preferensi konsumen terhadap Telkom Calling Card (TECC) yang dikerjakan oleh Windy D. Astuti (dibawah bimbungan penulis) dikemukakan faktor-faktor determinan sebagai berikut :

a)       Mengangkut faktor produk :

1)      Fasilitas Pengontrolan Biaya Pemakaian

2)      Desain gambar dan warna kartu serta Ketebalan kartu

b)       Menyangkut faktor harga :

1)       Ketentuan harga beli

2)       Ketentuan harga beli pulsa minimum

c)       Menyangkut faktor layanan :

1)       Cara memperoleh TECC

2)       Tingkat keperluan dan kemampuan petugas layanan

3)       Penanganan keluhan

d)       Promosi :

1)      Media Cetak

2)      Media Audio Visual

 

b.   Cara mengkonstruksi stimulus

                Ada dua strategi dalam menyusun stimulus : pertama, pendekatan berpasang-pasangan (atau evaluasi dua faktor), kedua : pendekatan prosedur profil lengkap (atau evaluasi faktor banyak). Pendekatan pertama, responden mengevaluasi dua atribut sekaligus sampai semua kemungkinan pasangan atribut selesai dievaluasi.

 

c.  Menentukan bentuk data input

                Data input bisa berupa data non para metrik atau para metrik. Untuk data non para metrik, Responden diminta untuk memberikan evaluasi berdasarkan peringkat. Jika digunakan pendekatan berpasang-pasangan, responden merangking semua sel pada masing-masing matriks sesuai dengan keinginan mereka. Apabila digunakan pendekatan profil lengkap, responden diminta untuk merangking semua profil stimulus. Untuk data parametrik, responden memberikan rating.

 

d.     Membuat prosedur analisa conjoint.

                Model dasar analisa Conjoint ialah model matematis yang mengekspresikan hubungan fundamental antara atribut dan kegunaan yang ditulis dalam bentuk formula :

                          m        k

u (c) =      S     S  a i j c i j

                                            i = 1    j = 1

dimana :

 u  (c)  =  semua nilai kegunaan dari satu alternatif

a i j          =   kontribusi yang berharga sebagian atau nilai (j, j = 1,2 …., k i) dari atribut ke I (i, i = 1, 2,…, m)

K i           =   jumlah peringkat atribut

m             =   jumlah atribut

c i j         =   1 jika peringkat ke j dari atribut ke i ada      =   0 jika tidak ada

Pada kasus penelitian TECC yang menggunakan pendekatan profil lengkap. Prosedur analisa adalah sbb :

 

X             Pertama : pemberian kode level untuk atribut determinan

 

 

Nomer

 

Atribut

 

Level

 

Kode

 

 

1

 

 

Produk

Fasilitas Lengkap

1

Desain Warna

2

Tebal

3

 

 

2

 

 

Harga

Murah

1

Sedang

2

Mahal

3

3

Layanan

Cepat

1

Mudah

2

Cakap

3

 

4

 

Promosi

Media Cetak

1

Media Audio/Visual

2

 

Hasilnya : Kombinasi hasil dari rancangan faktorial dengan sistem susunan ortogonal.

 

 

Kombinasi

 

Produk

 

Harga

 

Layan-an

 

Promosi

1

Fas. Lengkap

Murah

Cepat

Media Cetak

2

Fas. Lengkap

Sedang

Mudah

Audio/Visual

3

Fas. Lengkap

Mahal

Cakap

Media Cetak

4

Desain Warna

Murah

Mudah

Media Cetak

5

Desain Warna

Sedang

Cakap

Media Cetak

6

Desain Warna

Mahal

Cepat

Audio/Visual

7

Tebal

Murah

Cakap

Audio/Visual

8

Tebal

Sedang

Cepat

Media Cetak

9

Tebal

Mahal

Mudah

Media Cetak

 

X             Kedua:  Kombinasi dijadikan bahan kuesioner yang akan di rangking oleh responden. Dari hasil rangking dapat dicari nilai median dan rata-rata untuk menentukan data peringkat yang akan diproses dalam transformasi monoton dengan menggunakan program komputer S.A.S. Kemudian level pada setiap kombinasi diberi kode dalam bentuk variabel dummy sebagai berikut:

 

Kombinasi

X1

X2

X3

X4